
high quality content: postingan itu harus ada manfaatnya, baik dalam hal pengetahuan, wawasan, atau hiburan
Berawal dari melihat sekelompok orang yang rela menunggu sebuah pertunjukan, lalu muncullah ide. Ada 2 elemen yaitu artis yang ditunggu dan penonton yang rela menunggu. Begitu pula dengan blogging, ada blogger yang selalu dinanti tulisannya.
Ada banyak yang menanti tulisan berkualitas dari blogger dan akan berlangganan tulisannya dan selalu membacanya. Seperti pengakuan Darin Holic di blognya, blogger yang suka menulis seputar blogging dan hobby ini mengaku akan selalu haus dengan tulisan berkelas. Menjadi blogger adalah panggilan hati, motivasi setiap orang akan berbeda dalam menulis, tapi tulisan berkualitas akan selalu ditunggu.
Praktisnya, menjadi blogger yang selalu ditunggu – atau merasa ditunggu – akan ‘memaksa’ kita tuk berusaha menampilkan seluruh kemampuan kita di setiap postingan. Full power. Full energy. Keringat yang bercucuran saat stres menulis akan terbayar, kerutan dahi yang semakin rapat akan berganti cengiran, dan – syukur-syukur – biaya yang Anda keluarkan untuk membeli pulsa akan terlunasi plus bonus-bonus lain yang tak pernah terfikirkan.
Pilih menunggu atau yang ditunggu?
saat ini pilih dua-duanya
, sambil terus belajar memperbaiki konten dan membagi waktu ^_^
saya juga masih dua2nya…
http://arekngantukan.wordpress.com/